November 05, 2008

Ayah, maafkan aku...

I have no idea whether this story is true or not. However, this is such a good reflection for parents out there who still don't understand how to treat their children. Read the story by heart ...


Hati2 dengan kebanggaan barang sendiri melebihi kasih sayang dengan anak...... jadi ada sesuatu yang aneh yang membuat kita emosi

Entah sudah berapa kali aku menerima kiriman email berisi cerita berikut ini. Namun setiap kali aku membacanya, air mata ini tak terasa selalu berlinang. Semoga bisa jadi nasehat bagiku, dalam mendidik anak ku. Berikut ceritanya.....

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya... karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja karena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini !!!" Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ' Saya tidak tahu..tuan." "Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "DIta yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik ...kan!" katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa... Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka2nya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. "Oleskan obat saja!" jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Dita demam, Bu"...jawab pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol aja ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

"Tidak ada pilihan.." kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akut..."Ini sudah bernanah, demi m enyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah" kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. "Ayah.. ibu... Dita tidak akan melakukannya lagi.... Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi... Dita sayang ayah.. sayang ibu.", katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. "Dita juga sayang Mbok Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

"Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti?... Bagaimana Dita mau bermain nanti?... Dita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi, " katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maaf...

Tahun demi tahun kedua orang tua tsb menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi..., Namun...., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tsb tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..


*** Penyesalan selalu datang setelah semuanya terlanjur terjadi.


Dear Mum

Here is a perfect story - scary, sad, yet true - to reflect. Don't be heartless people ...

Dear Mommy,

I am in Heaven now, sitting on God's lap.
He loves me and cries with me; for my heart has been broken.
I so wanted to be your little girl. I don't quite understand what has happened.
I was so excited when I began realizing my existence.
I was in a dark, yet comfortable place. I saw I had fingers and toes.
I was pretty far along in my developing, yet not near ready to leave my surroundings.
I spent most of my time thinking or sleeping.
Even from my earliest days, I felt a special bonding between you and me.
Sometimes I heard you crying and I cried with you.
Sometimes you would yell or scream, then cry.
I heard Daddy yelling back.
I was sad, and hoped you would be better soon.
I wondered why you cried so much. One day you cried almost all of the day.
I hurt for you. I couldn't imagine why you were so unhappy.
That same day, the most horrible thing happened.
A very mean monster came into that warm, comfortable place I was in.
I was so scared, I began screaming, but you never once tried to help me.
Maybe you never heard me.
The monster got closer and closer as I was screaming and screaming,
"Mommy, Mommy, help me please; Mommy, help me."
Complete terror is all I felt.
I screamed and screamed until I thought I couldn't anymore.
Then the monster started ripping my arms off.
It hurt so bad; the pain I can never explain.
It didn't stop. Oh, how I begged it to stop.
I screamed in horror as it ripped my leg off.
Though I was in such complete pain, I was dying.
I knew I would never see your face or hear you say how much you love me.
I wanted to make all your tears go away.
I had so many plans to make you happy.
Now I couldn't; all my dreams were shattered.
Though I was in utter pain and horror, I felt the pain of my heart breaking, above all.
I wanted more than anything to be your daughter.
No use now, for I was dying a painful death.
I could only imagine the terrible things that they had done to you.
I wanted to tell you that I love you before I was gone, but I didn't know the words you could understand.
And soon, I no longer had the breath to say them; I was dead.

I felt myself rising. I was being carried by a huge angel into a big beautiful place.
I was still crying, but the physical pain was gone.
The angel took me to God and set me on His lap.
He said He loved me, and He was my Father. Then I was happy. I asked Him what the thing was that killed me.
He answered, "Abortion. I am sorry, my child; for I know how it feels."
I don't know what abortion is; I guess that's the name of the monster.

I'm writing to say that I love you and to tell you how much I wanted to be your little girl. I tried very hard to live.
I wanted to live. I had the will, but I couldn't; the monster was too powerful.
It sucked my arms and legs off and finally got all of me. It was impossible to live.
I just wanted you to know I tried to stay with you. I didn't want to die.

Also, Mommy, please watch out for that abortion monster.
Mommy, I love you and I would hate for you to go through the kind of pain I did.

Please be careful.

Love,

Your Baby Girl



*** Dear baby girl / baby boy, I am so sorry that your mum and dad are heartless people. May you live in peace in heaven, without feeling such pain anymore ***


November 04, 2008

True Love is not Desire


Give pleasure to each other, but don’t demand it in return

For true love is not desire

The stronger the passion, the grater its demands

And the stronger passion’s demands, the greater its emphasis on self-love

Not in passion, but in tenderness. In kindness, love finds its ideal expression

From my dearest one

As I stand here today with the world as my witness, I pledge to you my undying and everlasting love.

I will stand beside you as your protector, and I will stand behind you as your solace.

Please spend and end your life with me.

Bahagianya menjadi ...

Bahagianya menjadi seorang wanita yang sudah menjadi istri dari seorang pria yang jujur-baik hati dan penyayang, ibu dari seorang anak yang sehat-lucu-baik-dan cerdas, guru dari anak-anak yang sangat menyenangkan, teman dari orang - orang yang sangat penyayang, saudara dari orang - orang yang sangat perhatian, anak dari orang tua yang sangat istimewa, dan satu lagi ... anak kuliah.

Benar - benar tidak terbayangkan bahwa saya akan mengalami semua fase yang disebutkan di atas sekaligus. Namun, apapun yang terjadi, saya tidak bisa mengeluh karena saya memang tidak mempunyai pilihan lain selain menjalani semuanya dengan penuh semangat ... dan dengan sisa energi yang ala kadarnya, saya pun harus tetap tersenyum menyambut datangnya hari demi hari.

Terkadang, di dalam benak terbersit keinginan untuk mengakhiri salah satu dari peran - peran di atas. Yang paling membebankan saya adalah menjadi anak kuliah sambil bekerja. Dengan peran dan tanggungjawab yang lumayan dalam pekerjaan, membuat saya merasakan 'beratnya' menuntut ilmu. Keterbatasan waktu dan tenaga yang membuat saya hampir menyerah.

Saat ada keinginan untuk menyerah itulah, Tuhan membuka mata hati saya. Seorang teman baru menceritakan masalah - masalah yang dia hadapi kepada saya. Walaupun tidak bercerita secara rinci, namun saya dapat mengartikan bahwa masalah yang dia hadapi kurang lebih sama dengan masalah yang saya hadapi saat itu. Serasa melihat bayangan diri sendiri di dalam cermin, saya dapat membaca masalah - masalah yang diceritakan oleh teman saya itu secara jelas. Akhirnya, saya dapat memberi saran kepada teman saya dan sebenarnya, saran yang saya berikan itu adalah jawaban atas masalah yang saya hadapi.

Sudah beberapa kali saya mengalami peristiwa seperti itu. Di saat saya mulai ragu akan diri saya sendiri, tiba - tiba, entah dengan cara apa, Tuhan selalu membuka mata hati saya dan saya pun dapat menemukan jawaban atas masalah saya sendiri.

Semua masalah serasa tidak berarti lagi ketika melihat betapa beruntungnya saya mendapat semua kesempatan ini -menjadi istri, ibu, guru, teman, saudara, anak, dan anak kuliah tentunya- dan menyadari betapa banyaknya mereka di luar sana yang kurang dan tidak beruntung seperti saya. Inilah motivasi saya selama ini yang membuat saya bertahan dari segala macam badai dan topan yang menerjang. Saya sadar sesadar-sadarnya bahwa semakin tinggi sebuah pohon, semakin besar angin yang menghantamnya. Saya merasa perlu mengacu dan menerapkan ilmu padi - semakin berisi, semakin menunduk.

Betapa bahagia hidup saya saat ini ...



Love is ...

Love is ...

Love is being happy for the other person when they are happy.

Love is being sad for the person when they are sad.

Love is being together in good times and in bad times.

Love is the source of strength.

Love is being honest with yourself at all times.

Love is being honest with the other person at all times.

Love is telling, listening, respecting the truth and never pretending

Love is the source of reality.

Love is an understanding so complete that you feel as if you are a part of the other person.

Love is accepting the other person just the way they are and not trying to change them to be something else.

Love is the source of unity.

Love is the freedom to pursue your own desires while sharing your experiences with the other person.

The growth of one individual alongside of and together with the growth of another individual.

Love is the source of success.



*** So sweeeeeeet...



Office scenes

Haste Is Waste.

A junior manager, a senior manager and their boss are on their way to a meeting. On their way through a park, they come across a wonder lamp. They rub the lamp and a ghost appears. The ghost says, "Normally, one is granted three wishes but as you are three, I will allow one wish each"

So the eager senior manager shouted, I want the first wish. I want to be in the Bahamas,
on a fast boat and have no worries. "Pfufffff, and he was gone.

Now the junior manager could not keep quiet and shouted " I want to be in Florida with beautiful girls, plenty of food and cocktails. "Pfufffff, and he was also gone.

The boss calmly said," I want these two idiots back in the office after lunch at 12.35pm"

Moral of the story is: " Always allow the bosses to speak first"
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Boss Knows Everything ??


Standing in front of a shredder with a piece of paper in his hand.
"Listen," said the CEO, "this is a very sensitive and important document, and my secretary has left. Can you make this thing work?"
"Certainly," said the young executive.
He turned the machine on, inserted the paper, and pressed the start button.
"Excellent, excellent!" said the CEO as his paper disappeared inside the shredder machine.
"I just need one copy."

Moral of the story is: Never, never assume that your BOSS knows everything.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*** baru ada 2 stories nih ... kapan2 ditambah lagi deh...


A Good Reflection for ladies

Here is a story for a good reflection ... just for you, ladies.

MATA, TANGAN, DAN KAKI SUAMIKU

Suami saya adalah seorang yang sederhana, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di perasaan saya, ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen.

Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut.
"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.

Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?

Dan akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiran kamu?"

Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan,"Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan merubah pikiran saya : Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yg ada di tebing gunung. Kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan memetik bunga itu untuk saya?"

Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."

Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya.

Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ......

"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal."
"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami."
"Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kuku kamu dan mencabuti uban kamu."

"Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu."

"Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir. "Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari saya mencintai kamu. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."

Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.

"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu."
"Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.

Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".


*** such a deep touchy story


Small Jokes for Adults (only for adults)

Pria bertanya kepada Tuhan, "Tuhan,mengapa Engkau menciptakan wanita begitu cantik?"
Tuhan berkata, "Itu supaya kamu mencintainya."
"Tapi Tuhan", sahut si pria, "mengapa Engkau ciptakan dia begitu tolol?"
Tuhan menjawab, "Itu supaya dia mencintaimu."
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cewek: Nanti kalo sudah menikah, aku mau berbagi semua kekuatiran dan masalahmu dan membantu meringankan bebanmu.
Cowok: Wah kamu baik sekali. Tapi aku ngga punya kekuatiran atau masalah apapun.
Cewek: Itu kan karena kita belum menikah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Istri: Kamu selalu membawa fotoku didompetmu ke kantor. Kenapa?
Suami: Supaya kalau ada masalah, seberat apapun, aku akan memandang fotomu dan masalah itupun lenyap.
IstrI: Oh...itu kedengarannya manis sekali. Rupanya fotoku punya pengaruh yang hebat juga ya buatmu.
Suami: Tentu saja. Aku cukup memandang foto itu dan berkata pada diri sendiri: Memangnya masalah apa yg bisa lebih besar dari ini!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seorang wanita bermimpi di tengah malam dan tiba-tiba berteriak, "Cepat bangun! Suamiku kembali!"
Pria di sampingnya cepat-cepat bangun, melompat dari jendela, lalu sadar: "Sialan! Aku ini suaminya!"
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Anak: Mama, tadi waktu di angkot sama papa, dia minta saya nyerahin tempat duduk saya buat penumpang cewek.
Mama: Itu memang sikap yang baik.
Anak: Tapi Ma, aku kan duduk di pangkuan Papa.
Mama: ?!?!?!?!?!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seorang pria yg baru saja merit bertanya kepada istrinya: "Seandainya tadinya Papaku ngga mewariskan kekayaan kepadaku, apa kamu mau juga menikah?"
"Sayang", jawab si istri, "Aku tetap menikahi kamu, ngga peduli siapa yang mewariskan kekayaan padamu"
--------------------------------------------------------------------------------------------
------------
Wawancara dengan jutawan

T: Siapa yang Anda anggap berjasa atas keadaan Anda yg sekarang berstatus jutawan?
J: Istri saya.
T: Wow...pastilah dia wanita hebat. Bisakah Anda menceritakan keadaan Anda sebelumnyua?
J: Sebelumnya saya milyarder.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Suami: Bagaimana kalau kita berganti posisi malam ini?
Istri : Itu ide bagus - kamu berdiri disamping meja setrikaan dan aku duduk di sofa.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------

***Just jokes


November 02, 2008

Ngilangin stress, ah

Teacher: History is a very interesting subject. It tells you about what had happened in the past.
Student: Please teacher, I don't think I want to study history.
Teacher: Why?
Student: Because there is no future in it.
Teacher: ?!?!?!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Father: Why did you fail your Math test?
Son : On Monday, teacher said 3+5=8
Father: So?
Son : On Tuesday, she said 4+4=8. And on Wednesday, she said 6+2=8. If she can't make up her mind, how do I know the right answer?
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teacher: Simon, your composition on 'My Dog' is exactly the same as your brother's. Did you copy his?
Simon : No, teacher. It's the same dog!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Father: Your teacher says she finds it's impossible to teach you anything!
Son : That's why I say she's no good!
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A teacher was asking her class, "What is the difference between 'unlawful' and 'illegal'?"
Only one hand shot up. "Ok, answer, Joan," said the teacher.
"'unlawful' is when you do something the law doesn't allow and 'illigal' is a sick eagle."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
A boy came home from school with his exam results.
"What did you get, son?" asked his father.
"My marks are under water," said the boy.
"What do you mean 'under water'?"
"They are all below 'C' (sea) level."
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*** hahahahahaha ....