November 04, 2008

Bahagianya menjadi ...

Bahagianya menjadi seorang wanita yang sudah menjadi istri dari seorang pria yang jujur-baik hati dan penyayang, ibu dari seorang anak yang sehat-lucu-baik-dan cerdas, guru dari anak-anak yang sangat menyenangkan, teman dari orang - orang yang sangat penyayang, saudara dari orang - orang yang sangat perhatian, anak dari orang tua yang sangat istimewa, dan satu lagi ... anak kuliah.

Benar - benar tidak terbayangkan bahwa saya akan mengalami semua fase yang disebutkan di atas sekaligus. Namun, apapun yang terjadi, saya tidak bisa mengeluh karena saya memang tidak mempunyai pilihan lain selain menjalani semuanya dengan penuh semangat ... dan dengan sisa energi yang ala kadarnya, saya pun harus tetap tersenyum menyambut datangnya hari demi hari.

Terkadang, di dalam benak terbersit keinginan untuk mengakhiri salah satu dari peran - peran di atas. Yang paling membebankan saya adalah menjadi anak kuliah sambil bekerja. Dengan peran dan tanggungjawab yang lumayan dalam pekerjaan, membuat saya merasakan 'beratnya' menuntut ilmu. Keterbatasan waktu dan tenaga yang membuat saya hampir menyerah.

Saat ada keinginan untuk menyerah itulah, Tuhan membuka mata hati saya. Seorang teman baru menceritakan masalah - masalah yang dia hadapi kepada saya. Walaupun tidak bercerita secara rinci, namun saya dapat mengartikan bahwa masalah yang dia hadapi kurang lebih sama dengan masalah yang saya hadapi saat itu. Serasa melihat bayangan diri sendiri di dalam cermin, saya dapat membaca masalah - masalah yang diceritakan oleh teman saya itu secara jelas. Akhirnya, saya dapat memberi saran kepada teman saya dan sebenarnya, saran yang saya berikan itu adalah jawaban atas masalah yang saya hadapi.

Sudah beberapa kali saya mengalami peristiwa seperti itu. Di saat saya mulai ragu akan diri saya sendiri, tiba - tiba, entah dengan cara apa, Tuhan selalu membuka mata hati saya dan saya pun dapat menemukan jawaban atas masalah saya sendiri.

Semua masalah serasa tidak berarti lagi ketika melihat betapa beruntungnya saya mendapat semua kesempatan ini -menjadi istri, ibu, guru, teman, saudara, anak, dan anak kuliah tentunya- dan menyadari betapa banyaknya mereka di luar sana yang kurang dan tidak beruntung seperti saya. Inilah motivasi saya selama ini yang membuat saya bertahan dari segala macam badai dan topan yang menerjang. Saya sadar sesadar-sadarnya bahwa semakin tinggi sebuah pohon, semakin besar angin yang menghantamnya. Saya merasa perlu mengacu dan menerapkan ilmu padi - semakin berisi, semakin menunduk.

Betapa bahagia hidup saya saat ini ...



No comments: